Konsultan manajemen global, A.T. Kearney merupakan pelopor dari pemeringkat kota-kota terbaik di dunia bagi bisnis. Pada tahun 2008 lalu Kearney merilis daftar pertama bagi kota-kota terbaik bagi bisnis di dunia yang peringkatnya diukur berdasarkan kriteria perdagangan, pendidikan, pengaruh politik, dan kebudayaan. ‘Pemenang’-nya sudah dapat diduga semisal New York, London, Paris, Tokyo, dan Hong Kong.(29/09) Pada tahun 2010 ini Kearney kembali merilis jilid kedua dari kota-kota terbaik di dunia bagi dunia bisnis. Dalam edisi kali ini ia menambahkan unsur keterbukaan yang akibatnya banyak mendorong kota-kota dari negara berkembang dari daftar. Unsur keterbukaan ini menjadikan kota-kota di negara maju memiliki kans lebih besar untuk tampil. Lalu kota-kota Asia mana saja yang menjadi kota terbaik dunia? Tokyo Ibukota Jepang, Tokyo, sudah pasti pantas untuk masuk ke dalam jajaran kota-kota terbaik dunia bagi bisnis. Tidak mengherankan bahwa meskipun Jepang dilanda resesi ekonomi, Tokyo justru berhasil naik ke posisi tiga dan menggeser Paris yang pada edisi sebelumnya menempati posisi tersebut. Kota ini dinilai terbaik ketiga di dunia, hanya kalah dari New York dan Hong Kong. Dan merupakan kota terbaik bagi bisnis di Asia. Tokyo dinilai mampu menggantikan posisi Paris karena kota ini mengalami perbaikan dalam hal budaya dan kebijakan politik. Singapura Negara anggota ASEAN ini merupakan satu-satunya negara kota yang berhasil menjadi salah satu kota terbaik di dunia bagi bisnis. Meskipun mengalami penurunan peringkat dibandingkan tahun 2008 lalu, akan tetapi Singapura masih memiliki peringkat yang lebih baik bahkan dibandingkan dengan kota-kota di Asia Timur yang lebih maju, dan juga Eropa. Singapura mengalami penurunan peringkat menjadi di posisi 8 dari posisi 7 pada edisi sebelumnya. kota ini tetap menjadi yang terbaik di Asia Tenggara di tengah makin kuatnya aktivitas bisnis yang berjalan di sini. Akan tetapi penurunan peringkatnya disebabkan oleh turunnya peringkat sumber daya manusia disebabkan oleh kurangnya universitas yang diakui secara internasional di kota ini. Seoul Seiring dengan berkembangnya ekonomi dan kebudayaan Korea Selatan di seluruh dunia, tampaknya tidak berlebihan jika ibukota negara ini masuk ke dalam salah satu kota terbaik bagi bisnis di dunia. Meskipun mengalami penurunan dibandingkan edisi sebelumnya, akan tetapi Seoul masih menjadi daya tarik yang kuat bagi para pelaku bisnis. Kota yang dinamis ini telah lama menjadi panutan bagi kota dengan penetrasi internet yang paling mumpuni. Faktor yang mendorong penurunan peringkat Seoul adalah karena posisi relative broadband kota ini mengalami penurunan akibat makin cepatnya kota-kota lain melakukan pembaharuan dan peningkatan di bidang tersebut. Seoul dianggap kurang diberitakan secara internasional akhir-akhir ini sehingga hal tersebut mengakibatkan penurunan pada metric pertukaran berita yang juga menjadi salah satu tolak ukur penilaian peringkat. Beijing Ekonomi China sedang mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi fokus di seluruh dunia, dan kota Beijing merupakan refleksi dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Aktivitas bisnis di ibukota China ini mengalami peningkatan ke posisi keenamdi tengah maraknya pendirian markas besar perushaan-perusahaan multinasional. Beijing mestinya dapat memperoleh posisi yang lebih baik dari peringkat 15 apabila metrik penilaiannya sama dengan tahun 2008. Akan tetapi dengan metrik penilaian Kearney yang baru, keterbukaan infromasi, kota ini kehilangan 3 peringkat dari peringkatnya pada edisi sebelumnya. Lalu bagaimana dengan Jakarta? Untuk saat ini mungkin agak terlalu muluk jika kita mengharapkan kota ini mampu masuk ke dalam jajaran kota-kota terbaik di dunia bagi bisnis. Tampaknya pemerintah kota Jakarta masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak untuk membenahi infrastruktur kota ini sehingga mampu bersaing dengan kota-kota terbaik di Asia. Semoga saja tercapai!