Perkembangan ekonomi di kalangan menengah ke atas di kota-kota beberapa negara berkembang di dunia telah menunjukkan potensi yang luar biasa besar bagi perusahaan-perusahaan global. Kota-kota di Asia seperti Jakarta, Rio de Janeiro, Shanghai, dan New Delhi telah membuktikan diri bahwa pasar untuk barang mewah dan bekelas makin menunjukkan peningkatan. (01/10)
Anda pernah mendengar mengenai kota Aurangabad? Kota ini merupakan kota kecil di India. Jika Anda belum pernah mendengarnya, tidak usah berkecil hati, perusahaan Daimler juga baru mengenal kota ini setelah mereka menerima telpon pemesanan 115 sedan mewah Mercedes-Benz ke kota tersebut.
Dalam jangka waktu 10 tahun terakhir Aurangabad telah mengalami pertumbuhan populasi nyars dua kali lipat dan mencapai angka penduduk 2 juta jiwa. Perusahaan Siemens dan SABMiller telah mendirikan pabrik di kota tersebut sehingga pertumbuhan kota Aurangabad menjadi sangat agresif. Sacheen Mulay yang merupakan presiden kamar dagang kota Aurangabad menyatakan bahwa kota ini merupakan pasar yang sangat potensial dan banyak ditempati oleh para wiraswastawan generasi baru yang masih segar dengan ide-ide inovatif.
Sebagian besar perusahaan multinasional telah mulai menjajaki keberadaan di kota-kota 10 negara emerging market utama dunia seperti brazil, China, India dan Indonesia. Hal ini menyebabkan kota-kota seperti Rio, Shanghai, Delhi, dan Jakarta mulai dibanjiri dengan toko-toko barang mewah berkelas mulai dari otomotif, telpon seluler, hingga perusahaan retailer kelas atas.
Kota dengan jumlah penduduk di bawah 5 juta jiwa merupakan 83% dari jumlah konsumen kawasan perkotaan di negara-negara berkembang. Menurut proyeksi Boston Consulting Group, pada tahun 2030 mendatang 1.3 miliar jiwa akan tinggal di kota-kota negara berkembang yang akan menjadi penyumbang bagi 67% pertumbuhan ekonomi global.
Penjualan Otomotif Menjadi Tolak Ukuran Pasar di Kota-Kota Berkembang
Di Indonesia ada sebuah tolak ukur yang cukup menarik untuk menilik potensi pasar sebuah kawasan. Menurut itung-itungan kira-kira, ukuran pasar dapat dilihat dari jumlah dan ukuran sebuah warung makan Padang. Mitos ini berkembang di mana semakin banyak dan besar ukuran rumah makan Padang di suatu kawasan, maka makin besar potensi pasar.
Itung-itungan tersebut ternyata juga dapat diukur melalui penjualan mobil. Menurut Deepesh Rathore, managing direstor HIS Global Insight India, penjualan mobil merupakan tolak ukur yang baik mengenai potensi pasar di sebuah kota. Penduduk India menyukai mobil dan menganggap mobil sebagai tanda kesejahteraan.
Kasus di India mengatakan bahwa permintaan mobil di kota-kota yang lebih kecil seperti Nanded, Ujjain, dan Vijayawada semakin menunjukkan kenaikan. Kondisi mengakibatkan perusahaan-perusahaan otomotif memindahkan basis operasi mereka ke kota-kota tersebut. Menurut CEO PVR yang merupakan salah satu jaringan bioskop terbesar India, Pramod Arora, kota-kota yang lebih kecil menyimpan potensi yang luar biasa bsar. Menurutnya basis pertumbuhan di kawasan tersebut luar biasa jika dibandingkan dengan kota-kota besar yang sudah cenderung jenuh.