Wealth Management –“ How long Is too Soon?”

Saat melewati jalan tol saya melihat papan iklan dengan tulisan ‘how low can you go’ saya teringat survey yang dilakukan di Amerika oleh Lincoln Financial Group dan Money Management, tahun 1999 yang menurut saya pribadi informasi ini cukup relevan digunakan sebagai gambaran di Indonesia saat ini.

Dalam survey yang dilakukan kepada sejumlah responden yang adalah pekerja dan para pensiunan, ditanyakan: “Usia berapakah seseorang sebaiknya mulai mempersiapkan pensiun?” Jawabannya adalah usia 22 tahun. Sehinggga jadilah tulisan Wealth Management ini bertema: How long is too soon, berapa lamakah yang dimaksud dengan terlalu cepat?

Nilai Ekonomi Manusia – Hubungannya Dengan Wealth Management

Pada suatu kesempatan, saya bertemu dengan banyak teman-teman yang lebih dari 20 tahun tidak pernah bertemu. Entah kenapa, kami tidak saling bertanya kerja dimana? Tetapi bisnis apa, fren? Iya juga ya, hari begini, jaman tekanan resesi ekonomi global, tentu saja, kalau hanya mengandalkan gaji akan berat. Ibaratnya sama seperti investasi dengan hanya mengandalkan instrumen produk-produk perbankan seperti deposito, rendahnya bunga deposito akan habis terbawa arus nilai inflasi. Belum lagi pengurangan pajak, maka akan mengakibatkan nilai pengembaliannya semakin kecil. Jadi kesimpulannya, pertanyaan saya dan teman-teman saya itu memang valid: ‘bisnis apa, fren?’

Beberapa teman langsung menanggapi bahwa kesulitan ekonomi pada kondisi resesi seperti ini memaksa kita untuk berpikir keras bagaimana menemukan peluang, sehingga memicu kita untuk mampu melihat berbagai potensi peluang. Lalu beberapa teman ada yang mulai menghitung, berapa lama lagi harapan hidup, supaya bisa memperhitungkan rencana investasi dengan matang sejak saat ini.
Berikut adalah sebuah teori tentang bagaimana menghitung nilai ekonomi manusia.

Data pada tabel Ilustrasi Nilai Ekonomi Manusia adalah sbb.:

  • A-B Usia kelahiran atau dependency (birth to self- sufficiency).
  • B,C,D,E,F Usia Produktif, dimana selain mencari income adalah juga saat untuk mencukupi diri sendiri,termasuk anak dan orangtua, jika masih ada dan tidak mampu dan masa mempersiapkan pension.
  • F adalah usia pensiun, dimana biaya kehidupan sehari-hari dipenuhi dari hasil bekerja selama usia produktif.

Pendapat saya mengenai persiapan pensiun pada usia 22 tahun bersumber pada World Health Report 1998 dari World Health Organization 1998 yang melakukan perbandingan usia harapan hidup, usia harapan hidup sehat, dan persentasi hidup non produktif, seperti tabel disamping ini.

Di Indonesia datanya berturut-turut adalah sbb.:

Saya katakan kepada teman-teman, menurut TEORI WEALTH MANAGEMENT, ada tiga pilar dalam ilmu Wealth Management untuk mengelola kekayaan secara menyeluruh yaitu: melindungi kekayaan (wealth protection and preservation), menumbuhkan dan menambah kekayaan (wealth growth and accumulation) dan persiapan pensiun dan pembagian kekayaan (wealth distribution and transition). LOAN atau pinjaman ada pada pilar menumbuhkan dan menambah kekayaan (wealth growth and accumulation).
Pada gambar saya meletakkan pilar I : Wealth Protection & Preservation (melindungi kekayaan) dan pilar II : Wealth Growth & Accumulation (menumbuhkan dan menambah kekayaan) pada kurva yang menghubungkan garis B,C,D,E,F atau Usia Produktif.

Kembali kepada pertanyaan, sebagai orang Indonesia, berapa lama lagi hidup? Berapa lama harusnya sudah menabung? Wah, semua menghitung. Sebagian mulai mengatakan sudah terlambat sepuluh tahun, sebagian sudah mulai menabung lima tahun yang lalu. Sebagian juga mengatakan bahwa tidak mungkin untuk menabung. Saya mendengarkan dengan seksama dan menyambung pembicaraannya dengan perkataan: “Yang seperti ini namanya Sandwich Generation. Semua pendapatan habis teralokasi menutupi kebutuhan hidup karena selain diri sendiri dan keluarga juga orang tua dan sanak keluarga”. Lalu saya menyarankan untuk mulai mempersiapkan diri, atau anak-anak sebagai generasi yang akan datang akan mengalami hal yang sama dengan orang tuanya seperti saat ini.

Sandwich Generation

Bagaimana caranya, menyelesaikan masalah Sandwich Generation?

  • Pertama adalah berbicara dengan keluarga besar untuk menanggung kebutuhan ini bersama-sama.
  • Ke dua adalah menata ulang keuangan saat ini dan tetapkan berapa yang harus dipersiapkan serta berapa lama waktu yang tersedia.
  • Lakukan prioritas
  • Mulai mencari kesempatan yang tersedia dan memungkinkan untuk dikerjakan bersama-sama keluarga.

 

Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi ini benar-benar terjadi. Seorang kenalan,tiba-tiba (maaf) suaminya meninggal dan jadilah ibu serta anak-anak berpikir bagaimana melunasi pinjaman rumah. Beruntung, pinjaman memiliki asuransi jiwa, sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak perlu melunasi pinjaman. Saya menyarankan untuk mereka menjual rumah tersebut dan membeli lagi rumah yang agak kecil di pinggir kota sehingga sisanya bisa digunakan untuk modal usaha. Teman saya juga ternyata seorang yang sangat bijak sehingga dia menetapkan sejumlah uang dalam bentuk tabungan yang tidak pernah digunakan untuk cadangan sebanyak 10 kali jumlah penghasilan suaminya, sehingga bisa digunakan untuk biaya sekolah anaknya.

Jadi mulailah bertanya kepada diri sendiri, usia berapa kita perlu berhenti bekerja? Apakah saya justru memulai usaha saya setelah pensiun atau justru pada saat masih bekerja saya harus mencari pekerjaan sampingan, menjadi konsultan atau mengambil franchise misalnya? Berapa banyak yang saya perlukan pada masa pensiun, dimana saya mau menghabiskan masa hidup saya dengan pola konsumsi yang telah saya tetapkan?.

Pertemuan berakhir, tetapi teman saya mengatakan punya home work ‘sesi’ how long is too soon - dengan pasangan masing-masing.

Mengapa Anda Perlu Mengatur Keuangan untuk Dana Darurat?

Dana Darurat

Banyak diantara kita yang berpikir bahwa pentingnya dana darurat adalah tidak relevan untuk orang-orang yang memiliki penghasilan tetap, baik karyawan, pedagang atau bahkan mahasiswa atau pelajar yang mendapat uang saku rutin setiap bulannya.

Dalam perjalanan pulang terjadi hujan deras dan angin kencang sehingga kondisi jalan menjadi padat, macet,dan pohon-pohon besar tumbang. Saat itulah, seorang teman dan mobilnya tertimpa pohon tumbang.

Satu kecelakaan kendaraan, seorang teman, jatuh pada saat menuju tempat kerja, hanya berjalan di seberang jalan dan berjalan di atas trotoar dapat menimbulkan situasi darurat yang membuat kita berdaya.

Banyak keadaan atau kondisi disekitar kita yang dapat menimbulkan situasi darurat yang membuat kita berdaya. Mungkin anda mengatakan kepada saya, saya punya asuransi kecelakaan dan kesehatan. Pernahkah anda hitung, cukupkah? Baiklah katakanlah asuransi kecelakaan dan kesehatan cukup membiayai kejadian saat ini.

Atau, anda mungkin mengatakan kepada saya anda memiliki tabungan.

Menabung
Apa tujuan anda menabung? …. ingin liburan lebaran, natal, ulang tahun, atau untuk membayar perbaikan rumah. Mudah-mudahan Anda memiliki anggaran baik untuk pos-pos pengeluaran yang penting. Tidak peduli banyak atau sedikit uang yang anda miliki, anda membuka rekening terpisah di bank yang berbeda dari rekening pendapatan anda dan menyimpannya di sana.

Banyak orang melalui masa-masa yang sulit seperti ini, bahkan mungkin beberapa dengan terpaksa menjual barang hanya untuk menjaga agar ada makanan pada meja makan.

Menabung adalah hal yang berbeda dengan menyediakan dana darurat.
Coba perhatikan kadang-kadang keadaan sulit yang datang tiba-tiba dalam beberapa tahun terakhir, dapatkah anda melihat ada berapa besar kerugian yang terjadi dan mungkin saja terjadi kita benar-benar habis?

Apakah ada seseorang yang anda yakin dapat, memberikan bantuan datang kepada kita jika keadaan kita benar-benar sulit? Baiklah, kalau dana tabungan anda digunakan untuk membayar biaya rumah sakit dan bengkel misalnya. Paling tidak anda akan kehilangan satu atau beberapa moment dari tujuan anda menabaung. Apakah itu liburan atau perbaikan rumah.

Jika Anda belum menyimpan uang untuk dana darurat, Anda harus memulai hari ini
Menjaga hal-hal ini dalam pikiran, Anda mungkin berkata kepada diri sendiri, “tidak ada cara saya memiliki semua uang untuk menyiapkan dana darurat, menabung pun sangat dipaksakan demi melepaskan diri dari rutinitas. Belum tagihan, namun Anda benar-benar harus mencari cara untuk menyimpan beberapa sesering mungkin untuk dana darurat.

Tidak menyadari pentingnya dana darurat merupakan sebuah kebutuhan, merupakan keadaan yang sudah terlambat. Anda memerlukan dana darurat untuk keluarga Anda tetap aman untuk beberapa waktu di masa depan.
Selanjutnya mempersiapkan DANA DARURAT

Besarannya tiap individu dan keluarga sangat bervariasi, tapi… kira-kira ini:

Untuk diri sendiri adalah enam kali dari kebutuhan atau pengelauran atau anggaran biaya rutin – yang tidak bisa tidak harus anda keluarkan setiap bulannya untuk diri anda sendiri. Artinya Jika Anda seorang single, harus mempersiapkan dana darurat sebesar 6x pengeluaran bulanan. Misalnya: tiga juta rupiah, berarti anda memerlukan delapan belas juta rupiah yang tidak boleh digunakan untuk liburan dan memperbaiki rumah, kecuali untuk keadaan darurat.

Kalau anda berkeluarga, paling tidak dua kali dari diri sendiri, yaitu delapan belas juta rupiah di tambah tiga juta rupiah yaitu: dua puluh satu juta rupiah. Dengan satu anak, berarti menambah tiga juta rupiah lagi manjadi dua puluh empat juta dan seterusnya,

Setelah Dana Darurat telah dipersiapkan, selanjutnya baru kita bisa mulai menabung.

Anda memiliki suatu tindakan yang nyata. Anda akan mengunpulan uang untuk tujuan dan anggarannya masing-masing. Setelah biaya tersebut dikeluarkan pada waktunya masing-masing anda mulai lagi mengalokasikan uang segar kembali.

Berjalannya waktu, dimana pendapatan tetap anda bertambah atau pengeluaran rutin anda bertambah banyak pula, misalnya, maka perlahan-lahan anda akan menambah atau bahkan mengrangi jumlah tabungan anda. Artinya, …. ingin liburan lebaran, natal bisa dirayakan kalau tadinya keluar kota, nantinya bisa ke luar negeri atau , ulang tahun tadinya di rumah bisa di rumah makan, untuk membayar perbaikan rumah dari satu lantai menjadi dua lantai, dan seterusnya.

NAH….
untuk menjadi… tetap aman untuk beberapa waktu di masa depan DANA DARURAT anda harus minimal 6x dari Expenses anda….

JADI…
prioritaskanlah DANA DARURAT anda baru MENABUNG….

silahkan buat PERHITUNGAN untuk kondisi DANA DARURAT anda sendiri…., lalu bersiaplah…. MENABUNG….

Rumah Kos, Pilihan Investasi Yang Menarik

Rumah Kos sudah sejak lama menjadi lahan investasi bisnis yang menguntungkan dan masih tetap menarik hingga saat ini. Namun jika tidak cermat dan tidak tahu bagaimana memanfaatkan investasi ini, bisnis rumah kos bisa tidak berhasil. Rumah kos dapat menjadi passive income bagi sang pemilik tanpa harus mengeluarkan banyak dana. Misalnya jika sebuah rumah dibeli dengan cicilan, kita bisa mendapatkan biaya untuk membayar cicilan dengan menjadikannya rumah kos.

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis rumah kos, yaitu :

  1. Menggunakan Bank dalam pendanaan. Peranan bank disini adalah :
    • Sebagai sumber pendanaan
    • Sebagai rekan kerja yang membantu pengecekan dan keabsahan surat-surat rumah
    • Membantu mempermudah penghitungan biaya, termasuk biaya desain kamar yang dapat disesuaikan dengan budget.
  2. Lokasi yang strategis.
    Lokasi disini tergantung pada pasar yang diinginkan. Apakah pasarnya karyawan, buruh atau mahasiswa. Jika pasarnya mahasiswa, carilah lokasi yang berada sedekat mungkin dengan kampus. Jika pasarnya karyawan, carilah lokasi di dekat daerah perkantoran. Strategis juga berarti mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Jangan memilih lokasi yang rawan banjir!
  3. Desain
    Semakin luas kamar, semakin banyak fasilitas maka akan semakin mahal harga sewa sebuah kamar kos. Sesuaikan desain kamar dengan luas bangunan dan perhatikan kenyamanan penyewa.
  4. Faktor keamanan baik dari luar maupun dari dalam adalah faktor utama yang sangat penting untuk kelangsungan rumah kos. Jika sekali dikenal tidak aman, rumah kos akan langsung kehilangan pelanggan dan mempunyai citra yang buruk. Untuk mengatasi ancaman keamanan dari luar, rumah kos disarankan memiliki penjaga kos serta membuat peraturan-peraturan bagi penyewa kos agar tidak mengganggu lingkungan. Contohnya seperti : tidak menyalakan musik terlalu keras, tidak menerima tamu diatas pukul 22.00, dan sebagainya.
    Sedangkan untuk faktor keamanan dari dalam, pemilik kos harus menyeleksi calon penghuni kos agar tempat kosnya tidak menjadi sarang narkoba, tempat pelacuran dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meminta kartu identitas calon penghuni dan melapor keberadaan calon penghuni pada ketua RT setempat.

Untuk meningkatkan pendapatan dari uang sewa kos, ada beberapa tips berikut:

  • Cobalah untuk meminimalkan penggunaan listrik dengan memilih market karyawan karena karyawan lebih banyak berada di kantor daripada di rumah kos, dibandingkan dengan mahasiswa. Penghematan listrik juga dapat dilakukan dengan membuat bak penampung air yang besar.
  • Untuk meningkatkan harga sewa kamar dengan memberikan fasilitas yang lebih dan bisa digunakan secara bersama seperti TV Cable, Hot Spot, dll
  • Bukalah usaha sampingan untuk menambah pemasukan, seperti : laundry service, warung makan atau catering untuk penghuni kos.

Contoh Perhitungan Berinvestasi Pada Rumah Kos :
Sebuah rumah dijual seharga Rp. 300.000.000. Rumah tersebut sebelumnya adalah rumah kos dengan 15 kamar yang telah tersewa semua. Harga sewa per kamar Rp. 400.000 per bulan. Anda ingin berinvestasi dengan membeli rumah kos tersebut, perhitungannya adalah sebagai berikut :

DP Rp. 60.000.000 , Pinjaman Rp. 240.000.000 dengan KPR. Bunga 12%, cicilan Rp. 2.936.500 per bulan, jangka waktu pinjaman 15 tahun. Jika kamar disewakan, maka perhitungan keuntungan menjadi sebagai berikut.

  • Penghasilan penyewaan kamar : Rp. 400.000 x 15 kamar – Rp. 2.936.500 (cicilan/perbulan) = Rp. 3.063.500 per bulan
  • Biaya listrik, air dan kebersihan setiap bulan Rp. 1.500.000
  • Keuntungan bersih : Rp. 3.813.500 – Rp. 1.500.000 = Rp. 1.563.500

Jika harga rumah kos semakin naik setiap tahun, maka keuntungan pun semakin bertambah.
Tidak sulit dan sangat menarik karena dengan uang Rp. 60.000.000, Anda mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan sebesar Rp. 1.563.500 atau 2,6% per bulan atau sebesar 31,2% per tahun.
Nah, investasi yang menarik, bukan? Mulai pilihlah lokasi untuk investasi rumah kos Anda.

Acer Perusahaan Terbaik Se-Asia Pasifik; BRI Tembus 10 Besar Selasa, 29 September 2009

Situs bisnis terkemuka, Forbes, kembali merilis hasil survey terhadap 50 perusahaan terbaik se-Asia Pasifik pada tahun ini. Survey yang rutin diadakan setiap tahun ini kembali disajikan berdasarkan hasil riset yang cukup berbobot dengan mengandalkan beberapa faktor seperti market value dan juga sales sepanjang tahun 2009 ini.

Perusahaan-perusahaan besar dan tersohor se-Asia Pasifik kembali mendominasi dan meramaikan persaingan pada survey kali ini. Dengan mayoritas perusahaan-perusahaan asal China yang memperlihatkan bahwa iklim bisnis di negara tersebut sedang menggeliat secara signifikan. Dari 50 perusahaan yang terdapat didalam daftar tersebut, mayoritas diisi oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor perbankan dan sektor logam.

Acer, Perusahaan Terbaik Se-Asia Pasifik

Pada urutan pertama sebagai perusahaan terbaik versi Forbes ditempati oleh perusahaan produsen asal Taiwan, Acer. Perusahaan yang identik dengan pembuat produk-produk komputer atau laptop dengan segmen pasar menengah telah berhasil menduduki posisi sebagai produsen komputer terbesar dibawah Hewlett Packard. Bahkan dalam beberapa waktu terakhir Acer telah mulai merambah ke penyediaan piranti lunak bagi smart phone.

Total penjualan yang diperoleh Acer selama tahun ini mencapai level 16,6 miliar dollar atau senilai dengan Rp 157,7 triliun. Sedangkan market value selama tahun 2009 mencapai 6,1 miliar dollar atau senilai dengan Rp 57,95 triliun.

Diurutan kedua setelah Ace ditempati oleh perusahaan agribisnis asal India yaitu Adani Enterprises. Perusahaan yang didirikan mulai tahun 1988 kini telah lambat laun menjadi perusahaan yang cukup maju di India. Dengan bergerak di sektor agribisnis, Adani Enterprises menguasai perdagangan komoditi seperti rempah-rempah maupun gula. Adani Enterprises juga dalam beberapa waktu terakhir mulai merambah ke dunia penganggutan dan ekspedisi di wilayah Asia Tengah.

Perusahaan yang dimiliki oleh keluarga konglomerat terkemuka di India yaitu keluarga Gautam Adani ini tercatat mencapai jumlah sales sebesar 5,1 miliar dollar atau senilai dengan Rp 48,45 triliun dan total market value senilai 3,2 miliar dollar atau senilai dengan Rp 30,4 triliun.

Sedangkan diurutan ketiga ditempati oleh Agile Property Holdings. Perusahaan asal China dan bergerak di sektor properti ini tergolong perusahaan sektor yang masih dapat menggeliat ditengah tekanan krisis ekonomi global. Hal tersebut disebabkan oleh masih bergairahnya sektor properti yang ada di China sampai dengan saat ini. Total sales yang dihasilkan oleh Adani Enterprises selama tahun 2009 ialah mencapai 1,4 miliar dollar atau senilai dengan Rp 13,3 triliun. Sedangkan market value mencapai nominal 4,7 miliar dollar atau senilai dengan Rp 44,65 triliun.

Perusahaan Logam Mendominasi

Perusahaan-perusahaan logam pada survey yang dilakukan oleh Forbes tersebut terpantau mendominasi deretan perusahaan terbaik. Beberapa perusahaan logam yang tercatat berada pada urutan teratas diantaranya ialah Angang Steel diurutan ke 4, Jindal Steel & Power diurutan ke 23, Samsung Heavy Industry di urutan ke 35, Sany Heavy Industry diurutan ke 36, Tata Steel diurutan ke 41 dan Wuhan Iron & Steel diurutan ke 49.

BRI Tembus 10 Besar

Pada survey tahun ini, ada hal yang patut dibanggakan bagi negara Indonesia. Salah satu bank terkemuka dalam negeri, BRI berhasil menembus urutan 7 dalam survey perusahaan-perusahaan terbaik se-Asia Pasifik. Forbes menilai perusahaan yang 57% dikuasai oleh Pemerintah ini telah mencatat penjualan senilai 2,7 miliar dollar atau senilai dengan Rp 25,65 triliun dan market value senilai 8,1 miliar dollar atau senilai dengan Rp 76,95 triliun. Sedangkan rata-rata return on capital dalam lima tahun terakhir mencapai 22%. Posisi yang dicapai BRI masih dibawah Axis Bank asal India yang diposisi ke 6 dan merupakan perusahaan perbankan terbaik se-Asia Pasifik. BRI merupakan bank kedua terbaik yang berada dalam deretan 50 perusahaan terbaik versi Forbes, sedangkan bank yang posisinya satu tingkat dibawah BRI ialah HDFC Bank asal India yang berada pada posisi 18.

 

Carlos Slim Helu & family, who are they?

 

Miliuner bidang telekomunikasi asal Meksiko, Carlos Slim Helú, memiliki kekayaan hampir 60 miliar dolar dan mengalahkan pendiri Microsoft, Bill Gates, sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Fortune.

Kinerja yang kuat dari perusahaan milik Slim di bursa saham Meksiko pada bulan-bulan ini telah mendorong Gates ke urutan kedua, setelah tokoh terkemuka bidang perangkat lunak itu menduduki peringkat pertama orang terkaya sedunia selama sedikit-dikitnya satu dasawarsa.

“Berdasarkan perhitungan kami, Slim (67), pada akhir Juli sudah mengumpulkan kekayaan sebesar 59 milyar dolar dari perusahaan-perusahaannya yang go public,” ungkap Fortune dalam edisi terbaru yang beredar pekan ini.

“Jumlah ini membuat dia ada di atas pendiri Microsoft, Bill Gates, yang selama ini terus menerus di peringkat pertama dengan taksiran kekayaan bersih sedikit-dikitnya 58 milyar dolar.”

Situs keuangan Meksiko, Sentido Comun, bulan lalu melaporkan bahwa Slim telah menyalip Gates dan kekayaan pribadinya hampir 68 miliar dolar.

Slim terus memperluas bisnis Ponselnya maupun bisnis lain di seantero Amerika Latin, sedangkan Gates berkonsentrasi untuk Bill and Melinda Gates Foundation, organisasi nirlaba yang dia dirikan pada tahun 2000 dan bergerak di bidang kesehatan, pendidikan dan masalah buta huruf di seluruh dunia.

“Gates menjual saham Microsoft, satu-satunya sumber kekayaannya, untuk mendanai yayasannya, sedangkan kekayaan Slim terus bertambah besar secara mencengangkan. Kekayaan bersihnya tahun ini saja naik 12 miliar dolar,” tulis Fortune.

Perusahaan-perusahaan keluarga Slim setara lebih dari lima persen produk domestrik bruto Meksiko tahun lalu, dan sepertiga perusahaan yang terdaftar di bursa saham Meksiko adalah perusahaan-perusahaan di bawah kendalinya.

Fortune menjulukinya John D Rockefeller masa kini, merujuk industrialis AS yang meraih kekayaan sangat besar pada awal abad 20.

Perusahaan milik Slim meliputi perbankan, otomotif dan telekomunikasi. Teléfonos de México (Telmex) mengendalikan 92 persen saluran telefon di negara itu.

Dia lebih dikenal sebagai seorang yang cermat daripada seorang flamboyan.

Layanan nirkabel América Móvil miliknya, yang menguasai 70 persen pasar, awalnya adalah pabrik ban. Dia dikenal selalu mengenakan arloji plastik.

Ayahnya adalah seorang imigran asal Lebanon yang membuka toko di Mexico City pada 1902 dan selanjutnya membeli real estat komersial saat revolusi pada 1910.

Slim kuliah insinyur pada dasawarsa 60-an sebelum memulai karir sebagai pialang saham. Selanjutnya dia mulai mengambilalih berbagai perusahaan semasa krisis ekonomi di Amerika Latin pada dasawarsa 80-an.

“Kalau anda hidup berdasarkan pendapat-pendapat orang, sama saja anda mati. Saya tidak mau hidup sambil memikirkan bagaimana orang akan mengenang saya,” kata Slim pada awal tahun ini. Terdapat kritik bahwa Telmex sebenarnya memonopoli.

Dia mencemooh Gates dan para dermawan lain seperti maha guru bidang investasi, Warren Buffett, karena mendermakan banyak harta mereka.

“Kemiskinan tidak diatasi dengan pemberian sumbangan. Membangun usaha adalah lebih berguna bagi masyarakat, dibanding berkeliling seperti Sinterklas,” konon katanya.

Sumber : Gatra

=========================================================================

Orang Terkaya di Dunia Peroleh Website Gratis dari Indonesia

Orang terkaya peringkat kedua di dunia, Carlos Slim Helu, hartawan Meksiko di bidang telekomunikasi, telah memenangkan alamat web secara gratis atas namanya, Rabu lalu, yang telah dijual oleh orang Indonesia kepadanya seharga $55 juta. Agen pengamat hak cipta United Nations, WIPO yang menjadi wasit sengketa perebutan alamat website dari pihak Slim dan orang Indonesia, tersebut mengatakan bahwa situs www.carlosslimhelu.com telah teregister dengan tidak benar dan harus ditransfer ke pengusaha sesungguhnya.

Dokumen mengenai situs tersebut dipresentasikan oleh pengacara Slim, seperti yang telah disebutkan oleh WIPO, menunjukkan bahwa pemilik website sesungguhnya diidentifikasi bernama Ahmad Rusli dari Jakarta, Indonesia. Ahmad Rusli juga mengancam akan meletakkan link dalam website yang mengarah ke situs pornografi, kecuali pihaknya mendapatkan kompensasi uang sesuai permintaan.

Rusli, yang memiliki situs Rusli.Cyber.com tersebut, mengatakan kepada WIPO melalui email bahwa dirinya ingin melindungi alamat web tersebut untuk Slim dan ancaman tersebut digunakan untuk menarik perhatian Slim kepada permintaan uang Rusli. Di Meksiko sendiri, Slim memiliki trademark hanya Carlos Slim, diambil dari nama awal dan nama ayahnya, untuk mengembangkan operasi bisnisnya di Amerika Latin dan United States.

Sedangkan Helu merupakan nama ibunya dari bahasa Spanyol. Slim sendiri dikenal dengan pekerja philanthropic, sekaligus menjadi pemilik perusahaan telepon di Meksiko, Telefonos de Mexico dan dua perusahaan besar, termasuk konglomerat financial besar, Grupo Financiero Inbursa. Menurut majalah bisnis Forbes, Slim menempati peringkat kedua orang terkaya di dunia dengan harta senilai $68 miliar, di bawah Warren Buffett, ahli keuangan Amerika, dan di atas founder Microsoft, Bill Gates.

bob sadino, who is he?

Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya. Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran.

Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Ia menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja.

Totalitas Bob memang patut diacungi jempol, apalagi mengingat lika-liku jalan hidup yang telah ditempuhnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 yang hanya lulusan SMA ini pernah mengenyam profesi dari sopir taksi hingga kuli bangunan untuk sekadar bertahan hidup.

Saat masa sulitnya, ia pernah hampir depresi. Tapi, ketika itu seorang temannya mengajaknya memelihara ayam. Dari sanalah ia kemudian terinspirasi, bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur, tentunya manusia juga bisa. Itulah yang kemudian mengawali langkahnya untuk berwirausaha. Ia pun kemudian memutuskan untuk makin menekuni usaha ternak ayam.

Pada awalnya, ia menjual telur beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Mereka menjual telur itu awalnya dari pintu ke pintu. Dan, dengan ketekunan dan kemampuannya menjaga hubungan baik, telurnya makin laris. Dari sanalah kemudian usahanya terus bergulir. Dari hanya menjual telur, ia lantas menjual aneka bahan makanan. Itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal supermarket Kemchick miliknya. Ia kemudian juga merambah agribisnis khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur untuk dijual pada orang asing seperti orang Jepang dan Eropa. Hubungan baik dengan orang-orang asing inilah yang kemudian makin membesarkan usahanya hingga ia akhirnya juga memiliki usaha daging olahan Kemfoods.

Dalam menjalankan setiap usahanya, Bob selalu menyebut dirinya tak punya kunci sukses. Sebab, ia percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, peras keringat, dan bahkan jungkir balik. Menurutnya, uang adalah prioritas nomor sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menciptakan kesempatan dan berani mengambil peluang.

Bob menyebut, kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak berpikir membuat rencana sehingga tidak segera melangkah. Ia mengatakan bahwa ketika orang hanya membuat rencana, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain, muncullah sifat arogan. Padahal, intinya sebenarnya sederhana saja, lakukan dan selalu dengarkan saran dan keluhan pelanggan. Bob membuktikan sendiri, ia yang hanya bermodal nekad, tapi berlandaskan niat dan keyakinan, serta kerja keras pantang menyerah, tanpa teori sukses ia pun bisa jadi seperti sekarang.

Sukses itu bukan teori. Namun didapat dari perjuangan dan kerja keras, serta dilandasi keyakinan kuat untuk mewujudkan cita-cita. Bob Sadino adalah contoh nyata bahwa setiap orang bisa sukses asal mau membayar ”harga” dengan perjuangan tanpa henti.

Greenspan Defends His Legacy


Originally published in the WSJ and edited by Jeffrey Taylor for clarity and content
Alan Greenspan was lionized for the economy’s performance for much of his 18 years as chairman of the Fed, but now, he notes, he’s being second-guessed for it. At 82, he wants to set the record straight before the ink dries on the first draft of the current financial crisis’ history.

Hailed three years ago as “the greatest central banker who ever lived,” the retired chairman of the Federal Reserve now is being criticized for his management of the U.S. economy before he retired in 2006.

The Fed’s low rates and laissez-faire regulatory oversight during his final years are widely blamed for sowing the seeds of today’s financial crisis — one that began in the U.S. housing market and is now battering banks, stock markets, borrowers and consumers around the world.

Former Fed chief Alan Greenspan calls some of the criticisms of his tenure ‘quite unfair.’”I was praised for things I didn’t do,” Mr. Greenspan said. I am now being blamed for things that I didn’t do.”

The scrutiny of Mr. Greenspan’s record has taken on urgency now that the Bush administration and congressional Democrats are skirmishing over how to overhaul U.S. financial regulation.

If Mr. Greenspan’s critics prevail, then financial companies will likely face tighter oversight and less freedom in the products they offer. If Mr. Greenspan’s views carry the day, the trend toward self-policing will continue.

A repudiation of Mr. Greenspan’s monetary policies could tempt the Fed to raise interest rates relatively quickly after the current crisis passes, and even attempt to deflate future bubbles with higher interest rates.

No stranger to controversy, he easily brushes off the comments of longtime antagonists.

The criticisms that get under his skin are those from friends and former colleagues, many of them respected economists who backed his policies at the time but now say, in hindsight, that the calls were wrong. “I do take it seriously if my peers think I have misstated the facts,” he says. “But where’s the evidence? Too many people make accusations by assertion. I think it’s improper.”

The prevailing view among critics faults Mr. Greenspan on two main counts.

First, they say, his Fed lowered rates too much from 2001 to 2003 to cushion the economy from the bursting dotcom bubble. Then it took too long to raise them again. Low rates fueled mortgage borrowing, driving home prices to unsustainable heights.

Second, they say, the Fed was lax in its regulatory role. The central bank failed to press for stiffer rules for underwriting mortgages to people who ultimately couldn’t afford them. Also, the Fed failed to anticipate banks’ exposure to risky home buyers, leaving them with too little capital to absorb the eventual losses on those mortgages.

At the time, Mr. Greenspan expected his policy to boost housing because the rest of the economy was relatively unresponsive to lower interest rates. Based on decades of his own research, he believed a buoyant housing market would spur consumers to borrow against home values and spend more. This would not produce a housing bubble, he predicted, because it was difficult to speculate in homes and the memory of the 2000 tech-stock bust remained fresh.

Mr. Greenspan now admits he was wrong about the improbability of a housing bubble. Yet he has long maintained that bubbles are an unavoidable feature of a dynamic economy.

In Mr. Greenspan’s view, if the Fed’s policies were to blame, the housing bubble would have been mostly limited to the U.S. Yet, he argued, many other countries had housing bubbles, too. A better culprit, he suggested, was the glut of savings globally. Savers were competing to make loans, keeping long-term interest rates low in many countries and fueling housing demand.

________________________________________

Inside the Brain of Alan Greenspan

________________________________________

Decision making:

“Monetary policy is process based on probabilities. I don’t remember a case when the process by which the decision making at the Federal Reserve failed. Events often did not proceed as we anticipated, but that resulted from a lack of foresight, not from a flawed decision-making process.”

Low interest rates:

“I’m an old 19th-century liberal who is uncomfortable with low interest rates. My inner soul didn’t feel comfortable.”

Regulation:

“Omniscience is not given to us. There is no way to predict how innovative markets will develop. All you can do is set a general strategy. The choice is between a lightly or tightly regulated economy. The former is highly competitive, innovative, and dynamic — but periodically visited by wrenching crises. The latter is more stable, but slower growing.”

The housing bubble:

“I’m surprised it went as far as it did. I am having the same problem now with surging prices of oil and food. Are they bubbles?”

The role of adjustable-rate mortgages in the housing crisis:

“Adjustable-rate mortgages were the cheapest way they could finance home purchases. But if they were not available, home purchases arguably would have been financed with fixed-rate mortgages. There’s no evidence of which I’m aware that says that price would be importantly less if adjustable-rate mortgages had been less.”

Failure of market self-regulation:

“There were far more failures here than I expected. I’ve been chagrined at how badly some of the judgments of very sophisticated investors have been with respect to risks…It’s all human psychology with which we’re dealing, not institutions. The argument, therefore, is not to discard counterparty surveillance, but, essentially, to patch it back together.”

His early disbelief at the surge in subprime lending:

“When in 2005 I first ran across the sharp spike in subprime-mortgage originations estimated by a private vendor, which was later confirmed, I said, “This makes no sense. Markets don’t move that fast.”

Alan Greenspan: Krisis Lebih Parah Dari Yang Dibayangkan

AS mengundang G20 untuk mencari solusi krisis finansial. Presiden George W Bush juga sempat menelepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono guna mencari masukan.

Ketika saham-saham di bursa Asia jatuh mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir dan kejatuhan bursa Eropa mencapai hari ketiga, mantan Chairman The Fed Alan Greenspan mengatakan, ”Krisis ini jauh lebih parah ketimbang yang saya bayangkan,” ujarnya dalam acara dengar pendapat dengan Kongres AS, dua hari lalu.

Sebenarnya, kata Alan, pada 2005 dia sudah memperingatkan bahwa banyak risiko finansial yang diabaikan oleh masyarakat, walaupun dia tidak menduga kondisinya segawat sekarang.

Presiden AS, George W Bush, memang sudah menelepon beberapa pemimpin negara, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta usulan. Akhirnya,dia mengundang anggota G20, yang terdiri dari G7 dan berbagai emerging country, termasuk Cina, India, Brazil, dan Indonesia. Juga akan diundang IMF, Bank Dunia, PBB, dan Financial Stability Forum.

Summit untuk membicarakan masalah krisis ini akan dilangsungkan pada 15 November di Washington, 11 hari setelah pemilihan Presiden AS. Menurut Juru Bicara Gedung Putih, Dana Perino, pihaknya akan meminta masukan dari pemenang, baik itu Barack Obama atau John McCain.

Alan Greenspan Akui Sistem Pasar Bebas adalah Sebuah Kesalahan
Jumat, 24/10/2008 11:33 WIB Cetak | Kirim

Mantan Kepala Federal Reserve AS, Alan Greenspan akhirnya mengakui kesalahan ideologi pasar bebas ala AS yang telah ia dan beberapa tokoh lainnya terapkan selama bertahun-tahun.Pengakuan Greenspan menjadi pengakuan yang sangat penting di tengah berbagai pernyataan tokoh-tokoh kunci yang selama ini dianggap sebagai arsitek sistem keuangan dunia, yang kini mengalami kekacauan akibat krisis perekonomian global.
Greenspan memimpin Bank Sentral AS selama 18 tahun, ia telah memimpin 3 periode kepresidenan dengan kinerja super cemerlangnya mengatur perekonomian di 3 periode kepresidenan tersebut, alan greenspan menjadi salah satu arsitek sistem keuangan dunia yang berlaku saat ini. “Saya menemukan kekurangan … dalam model yang selama ini saya anggap sebagai struktur yang paling berfungsi, yang mendefinisikan bagaimana ekonomi dunia seharusnya bekerja,” kata Greenspan saat memberikan keterangan di depan komite DPR AS.
Komite pemerintahan DPR AS meminta keterangan Greenspan untuk mendapatkan bukti bahwa kebijakan-kebijakan ekonomi yang selama ini diterapkan dalam sistem perekonomian AS menjadi pemicu krisis ekonomi global. Di hadapan anggota Komite, Greenspan mengaku merasa tertekan melihat situasi yang terjadi saat ini. Ia juga mengaku syok melihat ketidakmampuan bank-bank untuk mengatasi krisis keuangan yang mereka alami.
“Krisis yang terjadi saat ini, menjadi krisis yang sangat luas lebih dari yang saya bayangkan. Dampaknya akan sangat menyakitkan bagi perekonomian AS dan akan memicu tingginya tingkat pengangguran, ” kata Greenspan.
Bersamaan dengan pengakuan Greenspan, hasil survei yang dilakukan perusahaan konsultan Watson Wyatt menunjukkan bahwa dalam satu tahun ke depan, perusahaan-perusahaan di AS akan melakukan pemangkasan biaya operasional dan perusahaan dan seperempat pegawai kantor di AS akan terkena PHK.
Menurut survei Watson Wyatt, hampir semua perusahaan kini fokus pada upaya meningkatkan komunikasi diantara pimpinan perusahaan dan melakukan langkah penghematan dalam sektor pengeluaran dan keuangan mereka.
“Para pegawai masih merasakan dampak dari krisis ekonomi, tapi perubahan-perubahan jelas akan dilakukan. Sementara mereka menyesuaikan diri dengan situasi baru, perusahaan-perusahaan akan melakukan keseimbangan dalam kontrol biaya, meningkatkan moral pimpinan perusahaan dan menyiapkan tantangan dalam bidang kepegawaian,” jelas Paul Platten, direktur Watson Wyatt.
Survei melibatkan 248 perusahaan dan dilakukan pada pertengahan bulan Oktober 2008. Hasil survey menunjukkan, lebih dari sepertiga perusahaan sedang merencanakan untuk meningkatkan komunikasi di antara mereka terkait dengan pembayaran (37%) dan keuntungan (35%). 26% perusahaan yang disurvei menyatakan akan melakukan PHK. Sejumlah perusahaan mengakui akan melakukan pemangkasan biaya untuk jaminan kesehatan dan biaya untuk bepergian, serta mengubah rencana pensiun bagi para pegawai mereka.

Dunia Memperingati 20 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin dan Penyatuan Kembali Jerman

jerman peringatan tembok berlin

ini merupakan perayan ke-20 tahun runtuhnya Tembok Berlin. Para pemimpin dunia, yang sekarang maupun yang dulu, dijadwalkan akan menghadiri acara di Berlin yang akan dilangsungkan hari ini. Tembok Berlin merupakan perlambang perang dingin antara Timur dan Barat yang diruntuhkan pada tanggal 9 November 1989.

Penyatuan antara Jerman Barat dan Jerman Timur merupakan momen bersejarah yang menghiasi surat-surat kabar di seluruh dunia pada saat itu. Figure-figur dunia yang memegang peran penting dalam penyatuan Jerman Barat dan Timur dijadwalkan akan hadir dalam acara tersebut, seperti mantan pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, yang menerima nobel perdamaian oleh usahanya pemimpin penyatuan Jerman Barat dan Timur. Pihak Gedung Putih sendiri akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton.

Acara yang akan dituan rumahi oleh Kanselir Jerman terpilih, Angela Merkel, juga dijadwalkan akan dihadiri beberapa pemimpin Negara Eropa, yaitu Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy, Presiden Russia, Dmitry Medvedev, dan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown.

 

20 Tahun Berlalu, Apa Kabar Jerman?
Dua puluh tahun telah berlalu setelah keruntuhan Tembok Berlin. Saat ini Berlin merupakan sebuah kota yang perkembangan vitalitasnya sulit ditandingi oleh kota-kota lain di Eropa. Menurut kolumnis The NewYork Times, Michael Kimmelman, “Paris dan London merupakan kota-kota yang telah established. Tempat-tempat ini telah membukukan sejarahnya. Akan tetapi cerita tentang Berlin selalu berubah dan hidup, tidak pernah berhenti.”

Jerman adalah pihak yang mengalami keklahan pada Perang Dunia II. Negara ini mengalami masa-masa sulit dan berlanjut hingga terjadi perang dingin antara blok barat dan blok timur setelah Perang Dunia II. Pada tahun 1961 dibangun tembok yang memisahkan antara Jerman Barat dan Jerman Timur, yang dikenal dengan nama Tembok Berlin.

Masa-masa sulit tersebut tidak lantas menjadikan Negara ini terbelakang dalam pertumbuhan ekonomi. Saat ini Jerman yang telah bersatu merupakan Negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, dan negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia (Jerman baru saja disalip oleh China pada tahun 2009 ini). Setelah penyatuan kembali Jerman, negara ini kemudian menjadi bagian yang aktif dari NATO dan Uni Eropa.

Sejak masa revolusi industri, Jerman merupakan negara yang menjadi innovator. Negara ini merupakan eksportir terbesar di dunia dengan nilai ekspor lebih dari 1.133 triliun dolar. GDP Jerman didominasi oleh sektor jasa, dengan kontrobusi sektor jasa sekitar 70%, industri sebesar 29%, dan pertanian sebesar 0.9%.

Perusahaan-perusahaan Jerman juga menjadi pemain vital industri global. Dari 500 perusahaan terbesar dunia, yang diukur melalui besaran pendapatan, 37 perusahaan memiliki kantor pusat di Jerman. Pada tahun 2007 lalu tercatat 10 perusahaan terbesar di erman yang juga masuk ke dalam 500 perusahaan terbesar dunia adalah Daimler, Volkswagen, Allianz (perusahaan paling menguntungkan), Siemens, Deutsche Bank, E.ON, Deutsche Post, Deutsche Telekom, Metro, and BASF.

Barack Obama dan Hu Jintao Bersaing Menjadi Orang Paling Berkuasa di Dunia

Kekuasaan. Hal ini merupakan berkah sekaligus kutukan bagi sesorang yang memilikinya. Berkah adalah ketika orang tersebut dapat menggunakan kekuasaan dengan bijaksana dan membuat orang-orang di sekitarnya menjadi lebih baik. Sementara itu kutukan akan terjadi apabila kekuasaan yang dimiliki seseorang menjadikannya pribadi yang buruk, korup, dan membawa kerusakan bagi orang-orang di sekitarnya. (17/11)

Dalam edisi kali ini kami akan mengupas orang-orang yang dinilai memiliki kekuasaan di seluruh dunia. Kelak sejarah akan mencatat apakah orang-orang ini membawa kekuasaan yang dianugerahi Tuhan kepadanya ke arah yang benar atau salah. Saat ini, kita hanya bisa mengamati dan mengambil hikmah dari kemampuan orang-orang ini dalam mencapai kekuasaannya.

Barack Obama Dinobatkan Sebagai Pria Paling Berkuasa di Dunia
Pada posisi pertama orang paling berkuasa di dunia ditempati oleh presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Pria yang baru berusia 48 tahun ini merupakan presiden AS pertama yang berkulit hitam. Pria ini juga merupakan presiden termuda kedua di AS, setelah John F. Kennedy yang pada saat dilantik berusia 37 tahun.

Lalu seberapa berkuasanya seorang Barack Obama? Dia adalah seorang kepala negara dari negara terbesar di dunia, dengan ekonomi paling besar di dunia. Amerika Serikat juga merupakan negara paling inovatif dan memiliki ekonomi paling dinamis di dunia. Sebagai seorang komandan militer tertinggi dari institusi militer paling mematikan, tangguh, dan canggih di dunia. Obama memiliki kekuasaan besar dalam pemerintahan Amerika Serikat karena Partai Demokrat pendukungnya saat ini memiliki suara mayoritas baik di senat maupun kongres AS. Pria ini juga baru saja di anugerahi hadiah nobel perdamaian pada tahun 2009 ini. Seberapa berkuasa Barack Obama? Pria ini tidak diragukan merupakan pria paling berkuasa di dunia untuk tahun 2009 ini.

Presiden China Curi Posisi Kedua
China merupakan negara yang saat ini dianggap sejajar dengan Amerika Serikat, setelah runtuhnya Uni Soviet di akhir perang dingin. China merupakan negara dengan populasi terbesar di dunia, yaitu sekitar 1.3 miliar jiwa. Lalu pantaskah preside negara ini didudukkan sebagai orang paling ebrkuasa nomer dua di dunia? Sepertinya iya, mari ktia lihat.

Pria berusia 66 tahun ini merupakan kepala negara dari negara dengan jumlah populasi penduduk terbesar di dunia. Penduduk China sebanyak 70% merupakan penduduk usia produtif pada kisaran usia 15 – 64 tahun. Proporsi penduduk ini memungkinan China menjadi negara dengan tenaga kerja paling banyak di dunia, yang tingkat produktifitasnya tidak diragukan lagi karena memiliki tingkat upah yang cenderung rendah.

Negara ini boleh dibilang merupakan negara yang dapat keluar dari krisis dengan “luka” yang relatif sedikit. Bahkan pertumbuhan ekonomi China diharapkan akan makin massif di tahun 2010 mendatang. Kondisi ini juga turut dipicu kebijakan pemerintah China untuk menggelontorkan dana stimulus dengan jumlah yang luar biasa besar. Lebih lanjut lagi jika mengikuti perhitungan yang terjadi saat ini, China, yang telah merebut posisi ketiga sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia dari Jerman, diperkirakan akan mampu merebut posisi pertama AS pada tahun 2035 mendatang (25 tahun dari sekarang).

Dengan kondisi ekonomi yang demikian mengesankan, tidak salah jika pria yang memimpin negara ini menjadi orang paling berkuasa kedua di dunia.

Hal yang menarik dari pembahasan mengenai kedua pria ini adalah apa yang terjadi di dunia nyata. Kedua pemimpin negara ini dikabarkan memperoleh status stagnan dalam pembahasan mengenai perdagangan dan mata uang pada forum APEC. Tentunya kita berharap agar kondisi stagnan ini dapat dipecahkan sehingga tidak aka nada perang dingin tahap kedua di antara dua penguasa dari negara-negara penguasa dunia ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.